Senin, 26 Oktober 2009

Mencetak Foto

1. TEKNIK FOKUS PADA PEMOTRETAN FASHION DI ATAS CATWALK
Dalam pemotretan fashion diatas catwalk, kita bisa menggunakan 2 teknik fokus, teknik fokus bergerak (follow focus) dan teknik fokus jebakan (trapping focus).
FOKUS BERGERAK
Pemotretan objek yang bergerak menuntut fotografer untuk terus menerus mengubah pengaturan fokus pada kameranya.Pada saat pemotretan fashion show, fotografer menunggu moment saat sang peragawati berada pada pose yang baik dan disain pakaian yang dikenakannya terekam secara maksimal. Beberapa moment yang bagus dalam pemotretan fashion show adalah ketika peragawati sedang berjalan menuju ujung catwalk. Dalam moment tersebut efek gerak dari disain baju bisa tertangkap kamera. Khususnya untuk disain baju yang berkonsep pada rancangan gaun panjang atau long dress. Untuk sudut pemotretan ini lebih bagus pada sisi kanan dan kiri panggung. Karena dari sudut tersebut arah gerak kaki dan sibakan atau lambaian kain bisa terekam dengan baik. Jadi anda tidak perlu kecewa kalo tidak mendapat tempat di depan panggung catwalk. Untuk moment tersebut paling mudah dilakukan dengan kamera ber-lensa AF (auto focus). Karena lensa AF mampu mengejar dan mengunci focus dengan cepat pada obyek yang bergerak. Selama obyek yang bergerak tersebut mendapat pencahayaan yang cukup terang, sehingga mampu dibaca oleh sensor kamera.
FOKUS JEBAKAN
Pada hal-hal tertentu, kita harus memfokus dengan perkiraan karena berbagai hal, misalnya obyeknya akan lewat dalam waktu singkat, atau pada waktu yang tak terduga, atau pada keadaan yang tidak memungkinkan kita memotret dengan kondisi normal. Menyetel fokus dengan perkiraan tanpa membidik disebut dengan istilah preset focus.
Salah satu contoh pemotretan yang menggunakan teknik preset focus adalah pada pemotretan fashion di catwalk. Ada beberapa fotografer ketika memotret fashion cenderung mengambil moment pada saat sang peragawati pose di atas catwalk atau sambil memain-mainkan ornamen atau asesoris yang ada pada baju yang dibawakan (misal: selendang, gaun yang panjang dll). Atau juga ketika berjalan menuju ke ujung catwalk (seperti pada kasus topik fokus bergerak). Pada teknik ini, fotografer yang memakai lensa manual terlebih dahulu menyetel fokus dengan memperkiraan fokus pada posisi sang peragawati akan melakukan gerakan-gerakan posenya.
Suatu contoh : fotografer yang memakai lensa fokus manual ingin memotret setiap peragawati yang pose di ujung catwalk. Pada umumnya peragawati hanya pose dalam hitungan detik. Jadi sang fotografer harus bisa menangkap moment yang sangat singkat tersebut. Daripada harus mengubah-ubah setelan fokus, dia mengambil fokus benda yang berada dan sejajar di area sang peragawati yang akan pose. Seperti bagian tepi kanan kiri catwalk, kemudian mempertahankan posisi fokus tersebut. Pengalaman saya, dulu saya memakai lakban / selotip untuk mengunci fokus lensa manual saya. Sehingga ring fokus lensa tidak berubah. Tetapi seperti biasa, apabila dilakukan dengan lensa AF, maka fotografer hanya perlu mengatur lightmeter pada kamera untuk mendapatkan pencahayaan yang normal.
Selain masalah fokus, satu hal yang perlu diperhatikan dalam pemotretan fashion di atas catwalk adalah masalah pengaturan white balance (WB) kamera. Pada umumnya di setiap pagelaran fashion khususnya di Indonesia, type lighting yang dipakai mulai dari lighting panggung sampai lighting spot untuk peragawati yang berpose adalah type tungsten.Type lampu tungsten yang terekam di kamera digital akan membentuk imaji objek dengan nuansa kuning. Tanpa disadari nuansa kuning tersebut akan mengganggu dan mengubah nuansa warna baju yang dikenakan oleh peragawati.
Oleh karena itu langkah yang paling aman adalah mengeset white balance (WB) kamera pada posisi tungsten. Setting WB pada posisi tungsten akan menghasilkan warna yang natural daripada anda memakai setting Auto White Balance (AWB)
2. Macam-macam Kamera
Saat ini kamera dapat dikelompokkan menjadi kamera analog dan kamera digital. Kamera analog mengambil gambar dari cahaya yang ditangkap lensa, kemudian menyimpan hasilnya pada negative film. Pada kamera digital terdapat sensor penangkap gambar CCD (Charged Coupled Device) dan CMOS (Complementary Metal Oxide) lebih dari jutaan pixel (picture element). Sensor tersebut adalah suatu chip yang terletak tepat dibelakang lensa. Semakin banyak jumlah pixel pada sensor, maka gambar yang dihasilkan akan semakin detail.
Sensor yang banyak dipakai oleh produsen berupa semikonduktor dengan nama CCD (charged-couple device semiconductor) dan CMOS (complementary metal-oxide semiconductor). Kualitas maupun ukuran dari sensor ini salah satu dari faktor penting yang mempengaruhi kualitas dari gambar yang akan dihasilkan. Media penyimpanan data digital gambar pada kamera digital terpisah dengan media penangkap cahaya. Media penyimpanannya biasa disebut memori memiliki berbagai macam jenis bergantung dari produsen pembuat kamera. Media penyimpan yang umum digunakan adalah tipe-tipe Compact Flash(CF), Secure Digital(SD), Multi Media Card (MMC), Memory Stick (MS) dan (XD).
Saat ini telah banyak beredar kamera digital dari banyak produsen kamera, dengan kemampuan baik dari jumlah pixel, kapasitas memori, dan fitur-fitur tambahan lainnya. Secara umum kamera dapat dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain:
2.2.1 Kamera Pocket
Kamera pocket disebut juga kamera saku, karena bentuknya yang kecil dan mudah dibawa kemana-mana serta sangat praktis dan mudah menggunakannya karena tidak perlu menyetel apa-apa dan yang penting adalah fotonya pasti jadi karena semuanya sudah diatur oleh kamera. Jadi dalam hal ini sang fotografer nggak perlu ikut campur masalah teknis kamera, pokoknya bidik dan jepret (point and shoot). Namun pada saat ini kamera pocket telah cukup berkembang dengan berbagai macam fasilitas seperti lensa zoom.
2.2.2. Kamera SLR
Kamera SLR (Single Lens Reflex atau Cermin Lensa Tunggal), disebut SLR karena cara kerja kamera ini karena pembidikannya dipantulkan melalui prisma dan cermin lalu diteruskan pada lensa utama sehingga tidak terjadi efek paralax (perbedaan bidikan dan hasil gambar yang ditangkap kamera) seperti yang terjadi pada kamera jenis range finder. Dengan kamera jenis ini, fotografer harus menentukan kecepatan shutter speed (Kecepatan rana), aperture (bukaan diafragma) serta fokus, maka disini fotografer adalah si penentu kualitas foto, apakah jadi kabur nggak karuan atau lebih indah dari aslinya. Dengan kamera SLR sang fotografer dapat berkreasi sebebas-bebasnya dengan membuat efek-efek tertentu dengan cara membuat kombinasi yang berbeda antara shutter speed dan aperture, selain itu kamera SLR sangat banyak asesorisnya seperti berbagai jenis lensa, filter dll. Dengan berkembangnya teknologi dibidang fotografi, maka saat ini kamera SLR juga memliliki kemampuan yang serba otomatis yang menyesuaikan dengan kondisi pencahayaan, seperti fokus otomatis, kecepatan rana otomatis, dan bukaan diafragma otomatis, Namun selain dapat disetel otomatis kamera tersebut dapat disetel manual. Kamera jenis SLR paling banyak digunakan oleh amatir maupun profesional, selain karena kemampuannya, menggunakan kamera jenis ini menurut mereka lebih menantang (mungkin maksudnya lebih ruwet karena harus nyetel ini itu
2.2.3 Kamera Range Finder
Disebut demikian karena pembidikannya secara langsung tanpa melalui lensa utama (sama dengan kamera pocket) beberapa fasilitasnya mirip dengan kamera SLR, seperti pengaturan diafragma, kecepatan rana, penyetelan fokus serta dapat ditambah asesoris seperti filter dll. Kamera jenis ini sekarang sudah tidak populer lagi.
2.2.4. Kamera Medium Format
Kamera ini cara kerjanya mirip dengan SLR namun dengan ukuran film yang digunakan lebih besar yaitu 120 mm, dengan ukuran film tersebut maka pembesaran yang dihasilkan akan lebih baik dari pada menggunakan film 35 mm. Kamera ini biasanya digunakan pada pemotretan Still Life (benda tidak bergerak), model, ataupun untuk keperluan keperluan bisnis seperti iklan dan majalah yang membutuhkan hasil gambar yang besar.
2.2.5. Kamera Large Format
Biasa disebut juga View Kamera, kamera jenis ini menggunakan film yang lebih besar, yaitu ukuran 4x5 inci atau 8x10 inci. Jika menginginkan hasil cetak ukuran yang sangat besar dengan kualitas yang sangat bagus biasanya menggunakan kamera ini. Kamera ini biasanya hanya digunakan untuk pemotretan yang lebih khusus seperti foto udara dan foto arsitektur dari jarak dekat tanpa menimbulkan distorsi (minimal)
2.2.6. Kamera Instan
Kelebihan dari kamera ini adalah kecepatannya dalam menghasilkan gambar. Dengan kamera ini kita tidak perlu repot-repot melakukan proses cuci cetak film, sebab, beberapa detik setelah selesai pengambilan gambar, maka hasilnya akan langsung jadi. Namun disamping kelebihan yang dimiliki, kamera inipun memiliki kekurangan. Karena Film yang digunakan adalah film instan, yang tentunya tidak memiliki klise, maka hasil pemotretan tidak memungkinkan untuk dicetak ulang.
3. Media Transfer yang bias menghantarkan file foto ke computer

A. Bluetooth
B. Infrared
C. Cardreader
D. Kabel Data

4. Teknik Instalasi Media Transfer beserta Cara Transfernya
jawab :
a. Bluethoot
Caranya :
*Langkah Pertama :

1. Masuk ke menu Manage Connections
2. Centang kotak Bluetooth untuk mengaktifkan
3. Lalu scroll ke bawah, masuk ke Bluetooth Options
4. Klik Menu (tombol berlogo BB) dan pilih Options
5. Ubah settingan pada Discoverable dari yang semula No menjadi Yes
6. Simpan

*Langkah Kedua bluetooth :

1. Selanjutnya hidupkan Bluetooth hape penerima/pengirim
2. Pada BB, masuk ke menu Manage Connections lagi
3. pilih Set Up Bluetooth dan klik Search
4. Pilih bluetooth yang muncul disitu dan masukkan kode pin (terserah Anda, contoh: 12345)
5. Pada hape penerima/pengirim klik Yes/Accept
6. Masukkan PIN yang sama
7. Muncul pilihan connect to … (pada BB) klik OK.

*Langkah Ketiga :

1. Pada BB Anda, masuk ke menu Media, pilih Music/Video sesuai dengan file yang akan ditransfer dan kemudian tekan tombol berlogo BB dan pilih Receive UsingBluetooth.
2. Akan muncul tulisan Waiting for connection
3. Silahkan kirim dari hape lainnya

b. Infra RED
Caranya :
Hp yang akan ditransfer harus dinyalakan dan komputer tersebut juga harus diaktrifkan. Kemudian Intra RED tersebut diDekatkan pada komputer yang akan menerima file.

c. Kabel Data
Caranya :
pasang/Colokin kabel dihp dan PC, kemudian periksa sudah c0nect apa belum. Kalau sudah tng9al plih file diPC trus copy.

d. CARD READER
Caranya :
a. Ambil memori yang ada pada Hp tersebut
b. Siapkan CARD READER
C. Masukan memori tersebut pada CARD READER
d. Tancapkan CARD READER pada komputer yang akan kita pakai
e. Kemudian periksa, apakah sudah cOnect apa belum, kalau sudah tinggal pilih
file dan copy.

0 komentar:


Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com and Flowers and Decors. Powered by Blogger